Dua minggu lalu, Iga Massardi mengontak saya via message di facebook. Dia memberi tahu saya tentang sebuah program yang ingin ia jalankan. Sebuah kegiatan belajar gitar untuk para pemula/ yang belum bisa main gitar sama sekali atau belajar gitar dari nol. Kegiatan ini membebaskan para pesertanya dari biaya resmi belajar atau gratis. Serta merta saya senang sekali dan bersemangat untuk membantunya. Begitu saya menceritakan hal ini kepada istri saya, Bonita juga dengan amat bersemangat mendukung saya untuk mendukungnya.
“Hebat dan sederhana… KEREN!“, pikir saya. Ini adalah sebuah bentuk konkrit dari berbagi hal baik dengan cara yang sangat menyenangkan, sebuah kegiatan yang paling saya idamkan. Dan sukacita sekali hati ini karena Iga di tahap perkembangannya sekarang ini lah yang menginisiasi dan menjalankan program ini. Menurut saya, keberanian dan niat baik ini perlu untuk dicontoh dan didukung.
Setelah melalui dua kali pertemuan dengan para fasilitator/ instrukturnya, akhirnya KGG (singkatan dari Kelas Gitar Gratis) ini dilakukan untuk pertama kalinya pada hari Minggu 7 Agustus 2011 yang lalu. Mengejutkan!! Peserta yang mendaftar tampaknya hadir semua. Bayangkan ada 40 orang peminat belajar gitar yang akan belajar bersama di sore hari itu. Bukan jumlah yang sedikit, lebih tepatnya BANYAK!!!
ke-40 orang ini kami bagi menjadi dua ‘kloter’ sesi belajar. Hal ini kami lakukan untuk menjaga efektivitas dan kenyamanan belajar-mengajar. 20 orang ditangani oleh kami para fasilitator/ instruktur (saya, Iga Massardi, Bondan Rastika, Andra Kurniawan, Ruchul Ma’ani) selama +/- 45menit dilanjutkan ‘kloter’ keduanya.
Materi belajarnya juga bukan hal yang sulit. Twinkle-twinkle Little Star kami pilih sebagai lagu awal yang dipelajari peserta dengan memainkan melodinya di satu senar saja. Saat kegiatan berlangsung, saya merasa senang dan tentram, para peserta mau mengikuti instruksi dan kegiatan dengan baik dan tampak penuh hati. Tidak terlihat ada yang malas, sebaliknya mereka tampak begitu bersemangat. Ya, penuh hati dan semangat mengikuti instruksi dan kegiatan belajar adalah modal belajar yang sangat baik. Semoga hasilnya pun demikian nanti ya
*jangan lupa pada latihan di rumah ya kalian*
Apresiasi juga saya berikan kepada Taman Surapati yang sudah memberi wadah bagi ‘suasana belajar’ yang begitu hangat, beradab, dan menyenangkan. Kami merasa aman dan nyaman belajar di sana. Bayangkan di sebuah taman di tengah-tengah kota Jakarta ini ada kegiatan yang dilakukan ‘ratusan’ manusia yang sebagian besar adalah bermain musik: sekelompok anak belajar biola, puluhan orang bermain orkes kamar, sekelompok pemuda dan Bapak2 bermain alat musik tiup sambil mengaransemen lagu “Padamu Negeri”, dan banyak anak-anak berlari-larian sambil bermain bola sambil tertawa-tawa (termasuk Pram anak saya)… Masyarakat kita ini beradab lho
dan saya percaya bahwa musik adalah salah satu agen yang bisa membuat masyarakat menjadi lebih beradab. *mariii!!!*
Begitulah kira-kira gambaran secuil tentang kegiatan KGG di hari Minggu lalu. Minggu depan, kegiatan ini akan berlangsung kembali. Kami para fasilitator/ instruktur akan mempersiapkan lagi materi ajar kelanjutan dan yang baru untuk para peserta. Semoga dapat kami siapkan dengan baik. Bagi para peserta yang ikut minggu lalu, jangan lupa untuk latihan terus di rumah ya. Jangan lupa juga untuk daftar lagi ke mas Iga agar bisa tercatat dan berkelanjutan kegiatannya. Tidak sabar menunggu hari Minggu depan ini berkegiatan musik bersama dalam suasana yang nyaman.
Tulisan kali ini akan saya tutup dengan kutipan dari seorang guru besar Psikologi Musik dari Keele University, UK. Sebuah pernyataan yang saya amat akuri, karena menurut hemat saya, ini sungguh kita butuhkan, kalau kita mau lebih menghargai musik untuk kualitas hidup yang lebih baik:
“… performance potential could be unlocked in millions of people if we could recreate social institutions which focused on musical enjoyment, and personal and communal fulfilment, rather than on the need to be best, or to meet the taxing performance requirements of a professional elite”
(Sloboda, 2005)
Mari teman-teman dan saudara-saudara…
Salam damai
* P. B. Adi *
Pingback: Twitted by geraldhiras
I’m one of your student.. Gitarnya udah dibeli dari 2 tahun lalu (gaji pertama, sy beli’in gitar).. Tapi sampe skrg tidak bisa main gitar, hanya bisa A,B,C,D,E,F,G,Am,Dm.. That’s it.. Mudah2an dengan #KGG ini bisa menggali potensi sy…(Amin).. Cos some of my besties they rather hear me sing than hear me play my guitar.. Hikz. Tetap semangat ya Pak Guru…
Wowo keren bgt.. ikutan donk..
Artikel menarik..dan blog yang keren dan bermanfaat…
Nama saya Kak Zepe…
saya juga punya artikel tentang manfaat bernyanyi buat anak..klik saja
http://creativeparenting-kakzepe.blogspot.com/2011/09/bernyanyiyuk-bernyanyi-buat-sang-buah.html
saya juga punya kumpulan lagu anak..
lagu-lagu saya sudah banyak dipakai di TK dan PAUD seluruh Indonesia..
Bisa didengerin di http://lagu2anak.blogspot.com
Mau bertukar link?